Makassar LS - Sedikitnya, 243 Sekolah Dasar dan 52 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Takalar menggunakan dana Biaya Operasional Sekolahnya (BOS) guna memenuhi ajakan pelatihan yang di gelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) di Makassar.
Pelatihan bertajuk penggunaan aplikasi (Apk) PASSIRIKIA BOS ini cukup membebani BOS melalui Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) TA 2026.
"Saya tidak perlu menyebut angka rupiahnya, cukup nominalnya jutaan," ungkap sumber layak percaya disalah satu sekolah.
Secara keseluruhan biaya yang digunakan untuk pelatihan per-dua orang peserta per-sekolah, sumbernya dari dana operasional sekolah. Beban biayanya menurut kabar cukup besar terhitung akomodasi, transpor peserta dan narasumber serta biaya lainnya termasuk panitia.
Jadi bukan soal pelaksanaan pelatihannya yang diperbincangkan, tapi lebih ke sumber pembiayaannya. Bagaimana tidak, aplikasi pelaporan keuangan maupun aplikasi lainnya telah disediakan pemerintah sebagai antisipasi praktik komersialisasi aplikasi yang selama ini kerap menjadi beban tambahan bagi sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dodi Ryan saputra menjelaskan kalau pihaknya mendukung program digitalisasi dan berkomitmen menuju pelayanan publik yang lebih cepat, akuntabel dan berdampak nyata bagi masyarakat pendidikan.
Platform digital PASSIRIKIA BOS ini jelas Kadis, untuk upload pengelolaan dan verifikasi surat pertanggung jawaban (SPJ) dana BOS secara terpusat. (wf)