TAKALAR — Meski Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar membantah tidak adanya pungutan terhadap siswa, namun ortu siswa mengaku sudah menyetor sejumh Rp150 ribu untuk biaya pentas seni.
"Yang kami tahu, pentas seni yang di gelar merupakan bagian dari sebuah rutinitas penamatan atau di masa lalu perpisahan," ujar salah satu ortu siswa di pelataran gedung DPRD Rabu kemarin.
Anehnya kata sumber, tidak semua orang tua siswa di undang menghadiri pesta seni yang dilaksanakan, padahal setoran uangnya sama.
"Hanya orang tua siswa yang dinyatakan lolos jalur eligible alias diterima di perguruan tinggi saja yang diistimewakan," ungkap orang tua siswa kecewa.
Kebijakan tersebut memicu kekecewaan sebagian wali murid. Mereka menilai sekolah semestinya memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh orang tua siswa karena seluruh siswa terlibat dalam kegiatan dan turut menanggung biaya pelaksanaan acara.
Kekecewaan serupa disampaikan Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 3 Takalar, Gunawan. Sebagai tamu undangan, ia menyinggung adanya keluhan dari sejumlah orang tua siswa yang tidak memperoleh undangan menghadiri kegiatan pentas seni.
"Tidak ada pungutan sama sekali terkait gebyar dan pentas seni yang dirangkaikan pelepasan siswa yang tamat tahun pelajaran 2025/2026," Kepsek Ilham saat ditemui wartawan.
Karena keterbatasan fasilitas dan kemampuan satuan pendidikan jelasnya, maka undangan terbatas.Beberapa orang tua hanya mewakili, sebagai apresiasi bagi orang tua yang anaknya berprestasi dan lolos melalui jalur SNBP" tambahnya.
"Pihak sekolah sama sekali tidak tahu menahu, karena kegiatan gelar karya dan pentas seni adalah agenda tahunan satuan Pendidikan yang dianggarkan melalui dana BOSP" Tegasnya. wf