LS – Sedikitnya empat perangkat Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara (Galut) mengundurkan diri pasca aksi warga. Hal tersebut dibenarkan Kades setempat tanpa penjelasan alasan hingga undur diri. ' Benar, empat perangkat saya mengundurkan diri," ujar Kades, Hadijah singkat.
Salah satu Kepala Seksi (Kasi) yang berkesempatan dimintai keterangannya juga mengakui kalau dirinya bersama tiga rekannya mengundurkan diri.
“Iya, benar. Ada beberapa Kasi yang mengundurkan diri termasuk saya sendiri,” ujarnya, Selasa (3/3).
Kata dia, Staf yang mundur dikarenakan diterima mengajar di salah satu sekolah. Kalau tiga Kasi lainnya memang sudah mengonfirmasi ke Ibu Desa kalau sudah tidak mampu lagi menjalankan perintah.
Informasi lain menyebutkan, pengunduran diri keempatnya diduga kuat berkaitan dengan berbagai persoalan internal yang melilit Kepala Desa setempat.
“Kabarnya mereka mundur karena banyaknya persoalan dalam pengelolaan pemerintahan di Desa Bontosunggu yang dianggap kurang sehat,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Bontosunggu, Hadijah Kebo, membenarkan perihal mundurnya sejumlah bawahannya tersebut. Melalui pesan singkat WhatsApp, ia merinci jumlah perangkat yang berhenti.
“Satu orang kembali ke profesinya sebagai guru dan tiga lainnya mengaku sibuk dengan
kegiatan dan profesi lain,” jelas Kades. (wf)